Siapa Penemu Baterai Pertama di Dunia? Ini Sejarah Lengkapnya

Siapa Penemu Baterai Pertama di Dunia?

Kalau mendengar kata baterai, mungkin yang langsung terbayang adalah baterai motor, aki mobil, baterai HP, atau baterai lithium-ion pada kendaraan listrik.

Tapi pernah kepikiran nggak, siapa orang pertama yang membuat baterai di dunia?

Jawabannya adalah Alessandro Volta, seorang fisikawan asal Italia. Pada sekitar tahun 1800, Volta berhasil membuat perangkat yang dikenal sebagai voltaic pile atau tumpukan Volta.

Perangkat inilah yang secara umum dianggap sebagai baterai listrik pertama yang benar-benar mampu menghasilkan arus listrik secara terus-menerus.

Menariknya, penemuan tersebut tidak muncul begitu saja. Ada cerita panjang yang melibatkan eksperimen katak, perdebatan ilmiah, dan rasa penasaran Volta terhadap listrik.


Alessandro Volta, Sosok di Balik Baterai Pertama

Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta lahir di Como, Italia, pada 1745.

Ia dikenal sebagai fisikawan yang banyak meneliti listrik. Namanya kemudian diabadikan menjadi satuan tegangan listrik, yaitu volt (V).

Royal Society mencatat Volta sebagai tokoh penting dalam sejarah fisika dan menyebut bahwa satuan “volt” dinamai berdasarkan namanya.

Sebelum menciptakan baterai, Volta sudah lama melakukan eksperimen mengenai listrik. Bahkan pada 1782, ia telah mempublikasikan penelitian mengenai cara membuat listrik yang sangat lemah menjadi lebih mudah dideteksi.

Jadi, baterai bukanlah hasil eksperimen satu malam. Penemuan tersebut merupakan hasil dari penelitian bertahun-tahun.


Awalnya dari Eksperimen Katak

Bagian ini cukup unik.

Sebelum baterai ditemukan, ilmuwan Italia bernama Luigi Galvani melakukan eksperimen menggunakan kaki katak.

Galvani mengamati bahwa kaki katak dapat bergerak ketika terkena rangsangan listrik. Ia kemudian mengembangkan gagasan bahwa terdapat semacam listrik yang berasal dari tubuh makhluk hidup.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah animal electricity.

Volta tertarik dengan penelitian Galvani, tetapi ia memiliki pandangan berbeda.

Menurut Volta, gerakan kaki katak bukan semata-mata karena adanya listrik yang berasal dari tubuh katak. Ia menduga bahwa kontak antara dua jenis logam berbeda dapat menghasilkan efek listrik.

Royal Society mencatat bahwa Volta mengulangi eksperimen Galvani dan menemukan bahwa rangkaian yang melibatkan dua logam berbeda dapat menyebabkan kaki katak bergerak tanpa harus terlebih dahulu diberi sumber listrik eksternal.

Perdebatan inilah yang kemudian mendorong Volta melakukan eksperimen lebih jauh.


Dari Perdebatan Ilmiah Menjadi Penemuan Besar

Volta akhirnya mencoba membuat sumber listrik yang tidak bergantung pada tubuh hewan.

Ia menemukan bahwa kombinasi beberapa material tertentu dapat menghasilkan arus listrik.

Eksperimen tersebut kemudian menghasilkan perangkat yang dikenal sebagai voltaic pile.

Bentuknya cukup sederhana jika dibandingkan dengan baterai sekarang.

Volta menyusun:

  • cakram logam dari dua jenis logam berbeda
  • bahan pemisah yang dibasahi larutan elektrolit
  • susunan logam dan elektrolit secara berulang

Salah satu kombinasi yang terkenal adalah seng dan tembaga, dengan bahan pemisah yang dibasahi larutan elektrolit.

Ketika susunan tersebut dibuat menjadi satu tumpukan dan dihubungkan dengan penghantar, muncul aliran listrik.

Dari sinilah konsep baterai modern mulai berkembang.


Kenapa Disebut “Voltaic Pile”?

Nama voltaic pile berasal dari cara Volta membuat perangkat tersebut.

“Pile” secara sederhana berarti tumpukan.

Jadi, Volta menumpuk beberapa lapisan material secara berurutan.

Semakin banyak pasangan sel yang ditumpuk, semakin besar tegangan yang dapat dihasilkan.

Prinsipnya memang berbeda jauh dari baterai HP atau aki motor yang kita kenal sekarang, tetapi konsep dasarnya sudah sangat penting: energi kimia diubah menjadi energi listrik.

Royal Society menyebut baterai yang kita kenal sebagai baterai modern mulai muncul pada 1800, ketika Volta mengembangkan voltaic pile.


Tahun 1800: Baterai Pertama Mulai Diperkenalkan

Tahun 1800 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah kelistrikan.

Pada 20 Maret 1800, Volta mengirimkan surat kepada Joseph Banks dari Royal Society yang menjelaskan eksperimennya mengenai listrik yang dihasilkan melalui kontak berbagai bahan penghantar.

Penelitian tersebut kemudian dibacakan di Royal Society pada 26 Juni 1800 dan diterbitkan dalam Philosophical Transactions.

Artinya, dunia ilmiah saat itu mulai mendapatkan sebuah sumber listrik yang dapat digunakan secara lebih praktis dan berkelanjutan dibandingkan perangkat listrik statis sebelumnya.

Penemuan ini kemudian membuka pintu bagi berbagai eksperimen listrik berikutnya.


Sebelum Volta, Apakah Sudah Ada “Baterai”?

Nah, ini yang sering bikin sejarah baterai agak membingungkan.

Ada benda yang sering disebut sebagai Baghdad Battery atau baterai Baghdad.

Benda tersebut berupa wadah kuno yang ditemukan di wilayah Irak dan diperkirakan berasal dari periode kuno. Karena bentuknya, sebagian orang berpendapat benda tersebut mungkin pernah digunakan untuk menghasilkan listrik.

Namun, menyebutnya sebagai “baterai pertama di dunia” masih menjadi perdebatan.

Bukti mengenai fungsi sebenarnya dari benda tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa masyarakat pada masa itu memang menggunakannya sebagai baterai listrik.

Karena itu, ketika berbicara mengenai baterai listrik pertama yang terdokumentasi dan diakui dalam sejarah sains modern, nama yang paling tepat adalah Alessandro Volta dengan voltaic pile pada 1800.


Lalu Apa Hubungannya dengan Benjamin Franklin?

Sebelum Volta, ada pula Benjamin Franklin yang berperan besar dalam sejarah kelistrikan.

Franklin bukan penemu baterai modern, tetapi ia memiliki kontribusi penting dalam perkembangan konsep kelistrikan.

Ia bahkan menggunakan istilah “battery” untuk menyebut sekumpulan perangkat penyimpan muatan listrik, khususnya susunan Leyden jar.

Smithsonian menjelaskan bahwa Franklin adalah orang pertama yang menggunakan istilah “battery” untuk perangkat listrik semacam itu. Namun, baterai dalam pengertian modern baru muncul beberapa dekade kemudian melalui Volta.

Jadi, jangan sampai tertukar:

Benjamin Franklin → mengembangkan konsep kelistrikan dan menggunakan istilah “battery”.

Alessandro Volta → menciptakan baterai listrik pertama yang menghasilkan arus secara terus-menerus.


Kenapa Penemuan Volta Sangat Penting?

Sebelum adanya baterai, ilmuwan memang sudah bisa menghasilkan listrik.

Masalahnya, listrik tersebut sulit digunakan sebagai sumber energi yang stabil.

Volta mengubah situasi tersebut.

Dengan adanya sumber listrik yang lebih kontinu, ilmuwan bisa melakukan eksperimen yang sebelumnya sulit dilakukan.

Dari sinilah penelitian mengenai listrik dan elektromagnetisme berkembang semakin cepat.

Berbagai ilmuwan kemudian melanjutkan penelitian tersebut, termasuk Hans Christian Oersted dan Michael Faraday.

Perkembangan itu pada akhirnya berkontribusi terhadap teknologi seperti:

  • motor listrik
  • generator
  • telegraf
  • lampu listrik
  • sistem kelistrikan modern
  • baterai kendaraan
  • baterai elektronik
  • kendaraan listrik

Jadi, baterai yang terlihat sederhana sebenarnya merupakan salah satu fondasi penting dalam perkembangan teknologi modern.


Dari Baterai Volta ke Baterai Motor Modern

Kalau kita tarik ke kehidupan sehari-hari, perkembangan baterai ternyata panjang banget.

Baterai pertama Volta tentu tidak bisa dibandingkan langsung dengan aki mobil atau baterai motor modern.

Teknologinya sudah berkembang sangat jauh.

Sekarang kita mengenal berbagai jenis baterai, seperti:

1. Baterai Timbal-Asam

Jenis ini banyak digunakan sebagai aki kendaraan.

Aki bekerja menggunakan reaksi kimia antara material elektroda dan elektrolit untuk menghasilkan energi listrik.

2. Baterai Alkaline

Jenis ini umum ditemukan pada perangkat elektronik sederhana seperti remote, jam, dan beberapa perangkat rumah tangga.

3. Baterai Lithium-Ion

Baterai ini menjadi salah satu teknologi penting dalam perangkat elektronik modern.

Smartphone, laptop, power bank, hingga kendaraan listrik banyak menggunakan teknologi lithium-ion.

Royal Society mencatat bahwa baterai lithium-ion kemudian menjadi teknologi penting bagi perangkat elektronik portabel dan kendaraan listrik modern.


Jadi, Siapa Sebenarnya Penemu Baterai?

Kalau pertanyaannya adalah “Siapa penemu baterai pertama di dunia?”, jawaban paling tepat adalah:

Alessandro Volta.

Ia mengembangkan voltaic pile pada sekitar 1800, yang secara umum dianggap sebagai baterai listrik pertama dalam pengertian modern.

Namun, penemuan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang ilmu kelistrikan.

Galvani memberikan pemicu melalui eksperimen katak.

Benjamin Franklin membantu mengembangkan pemahaman tentang listrik dan memperkenalkan penggunaan istilah “battery”.

Kemudian Volta mengembangkan sumber listrik yang dapat menghasilkan arus secara terus-menerus.

Dari sinilah perjalanan teknologi baterai terus berkembang hingga menjadi bagian penting dari kehidupan kita sekarang.


Fakta Menarik tentang Alessandro Volta

Ada beberapa hal menarik dari sosok Volta.

  • Nama volt berasal dari Alessandro Volta.
  • Volta lahir di Como, Italia, pada 1745.
  • Ia melakukan penelitian listrik selama bertahun-tahun sebelum membuat baterainya.
  • Eksperimen Luigi Galvani ikut mendorong penelitian Volta.
  • Volta mengembangkan voltaic pile sekitar tahun 1800.
  • Penemuannya menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan ilmu kelistrikan.
  • Surat Volta mengenai penelitiannya dikirim kepada Joseph Banks pada Maret 1800 dan kini menjadi bagian dari arsip Royal Society.

Hubungannya dengan Baterai Motor

Buat pengguna motor, sejarah ini ternyata cukup menarik.

Setiap kali kita menekan tombol starter, menyalakan lampu, membunyikan klakson, atau menggunakan sistem elektronik motor, semuanya membutuhkan energi listrik.

Pada motor modern, sistem kelistrikan bahkan semakin kompleks karena sudah melibatkan ECU, sensor, fuel injection, panel instrumen digital, sistem smart key, hingga berbagai perangkat elektronik lainnya.

Karena itu, kondisi baterai atau aki tidak boleh disepelekan.

Kalau ingin mengetahui tanda-tanda baterai motor mulai lemah, kamu juga bisa membaca artikel “Ciri-Ciri Baterai Harus Diganti: Jangan Tunggu Sampai Rusak Total!” sebagai pembahasan lanjutan.


FAQ Seputar Penemu Baterai

Siapa penemu baterai pertama di dunia?

Alessandro Volta dari Italia. Ia mengembangkan voltaic pile sekitar tahun 1800 yang dianggap sebagai baterai listrik pertama dalam pengertian modern.

Kapan baterai pertama ditemukan?

Baterai pertama dalam pengertian modern dikembangkan sekitar tahun 1800 oleh Alessandro Volta.

Apakah Benjamin Franklin penemu baterai?

Bukan. Franklin berkontribusi besar terhadap pemahaman listrik dan menggunakan istilah “battery” untuk susunan perangkat penyimpan muatan. Baterai listrik pertama yang menghasilkan arus secara kontinu dikembangkan oleh Volta.

Apa itu voltaic pile?

Voltaic pile adalah susunan berlapis dari dua jenis logam berbeda dan bahan yang mengandung elektrolit. Susunan tersebut menghasilkan arus listrik dan menjadi cikal bakal baterai modern.

Apakah baterai Baghdad benar-benar baterai pertama?

Belum dapat dipastikan. Benda yang disebut Baghdad Battery memang sering dikaitkan dengan kemungkinan penggunaan listrik pada masa kuno, tetapi fungsi sebenarnya masih menjadi bahan perdebatan. Karena itu, Volta tetap dianggap sebagai penemu baterai listrik pertama dalam sejarah sains modern yang terdokumentasi.


Kesimpulan

Kalau selama ini kita menganggap baterai sebagai benda biasa yang tinggal dipasang lalu bekerja, ternyata sejarahnya cukup panjang.

Alessandro Volta adalah tokoh yang berada di balik lahirnya baterai listrik pertama yang terdokumentasi dalam pengertian modern.

Penemuannya sekitar tahun 1800 mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan teknologi baterai sekarang. Namun dari tumpukan logam dan elektrolit itulah perjalanan panjang teknologi baterai dimulai.

Hari ini, teknologi tersebut sudah berkembang menjadi aki kendaraan, baterai smartphone, baterai laptop, hingga baterai kendaraan listrik.

Jadi, setiap kali motor kita bisa distarter dengan sekali tekan, sebenarnya kita sedang menikmati hasil dari lebih dari dua abad perkembangan teknologi listrik.

Baca juga:
Ciri-Ciri Baterai Harus Diganti

Sumber tepercaya:
Royal Society – Arsip penelitian Alessandro Volta
Smithsonian – Sejarah baterai dan Benjamin Franklin

Disclaimer: Artikel ini membahas sejarah baterai dari perspektif perkembangan ilmu pengetahuan. Detail mengenai beberapa artefak kuno, seperti Baghdad Battery, masih menjadi bahan perdebatan di kalangan sejarawan dan arkeolog.

Komentar